Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI

Satker PJN WIL II Maluku Utara

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Maluku Utara merupakan bagian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) yang memiliki Wilayah Kerja meliputi Kabupaten Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate dan Kabupaten Kepulauan Sula dengan ruas jalan nasional sepanjang 601.30 KM dan ruas jalan strategis nasional sepanjang 217.88 KM.

Penanganan paket-paket pekerjaan jalan dan jembatan pada wilayah kerja Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Maluku Utara dilaksanakan oleh 3 (tiga) Pelaksana Kegiatan/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang terdiri dari :

  1. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Halmahera 3;
  2. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Halmahera 4; dan
  3. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Ternate, Tidore dan Kep. Sula.
  1.     Penjelasan masing-masing wilayah kerja adalah sebagai berikut :

KaKabupaten Halmahera Barat

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu Kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Maluku Utara yang semula merupakan Kabupaten Induk berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Sula Kepulauan dan Kota Tidore Kepulauan pada tanggal 25 Februari 2003.

Ibukota kabupaten ini terletak di Jailolo. Wilayah Kabupaten Halmahera Barat sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Kabupaten Halmahera Utara, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Utara, sebelah barat berbatasan dengan Laut Maluku sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kota Tidore Kepulauan. Luas wilayah Kabupaten Halmahera Barat 2.755,65 km2.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 2 Tahun 2013 tanggal 19 Juli 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013 – 2033, Kabupaten Halmahera Barat merupakan kawasan andalan dengan sektor unggulan di bidang pertanian, perkebunan, pariwisata, air bersih dan perikanan laut dan sub sektor unggulan di bidang tanaman pangan, kopra, cengkeh dan wisata bahari. Kawasan andalan di Kabupaten Halmahera Barat berada di Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, Ibu dan Loloda.

Ruas jalan nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku Utara yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Halmahera Barat dicantumkan pada Tabel di bawah ini.

 

Kabupaten Halmahera Selatan

Kabupaten Halmahera Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsiMaluku Utara,IndonesiaIbukotakabupaten ini terletak di Labuha dengan  luas wilayah 8.892 km²yang terbagi menjadi 9 kecamatan. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah di sebelah utara, Laut Seram di sebelah selatan, Laut Halmahera di sebelah timur dan Laut Maluku di sebelah barat.

Dengan luas perairan yang mencapai 31.484 KM2 dan merupakan empat kali luas daratan menjadikan kabupaten ini memiliki aset yang tidak sedikit. Tiga kecamatan di Pulau Bacan, yakni Bacan, Bacan Barat dan Bacan Timur adalah sentra perikanan Halmahera Selatan. Kontribusinya mampu memberi sekitar 70% dari total hasil tangkapan. Pusat pendaratan ikan pun di bangun di sini dan merupakan salah satu dari dua fasilitas pendaratan ikan di lingkup Provinsi Maluku Utara.

Dari segi fisik, Halmahera Selatan identik dengan kota nelayan karena sekitar 92% wilayahnya merupakan desa pantai. Tetapi meski kehidupan pantai dan laut menjadi keseharian masyarakat, kegiatan ekonomi ternyata tidak didominasi oleh hasil perikanan. Daerah ini masih tetap mengutamakan hasil perkebunan seperti kelapa, kakao, cengkeh dan pala. Masyarakat di kabupaten ini umumnya memanfaatkan lahannya untuk usaha perkebunan.

Terhadap kabupaten tetangganya, Halmahera Selatan cukup mudah dijangkau. Selain ada pelabuhan Babang, ada pula sarana lewat udara. Bandara Oesman Sadik merupakan destinasi pesawat jenis CASA yang bisa dijadikan pilihan transportasi.

Ruas jalan nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku Utara yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Halmahera Selatan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Kabupaten Halmahera Timur

Kabupaten Halmahera Timurmemiliki luas wilayah 5.615 KM2   dan ibukota kabupaten ini terletak di Maba. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 2 Tahun 2013 tanggal 19 Juli 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013 – 2033, Kabupaten Halmahera Timur merupakan kawasan andalan dengan sektor unggulan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan laut, pertambangan, air bersih dan pariwisata dengan sub sektor unggulan di bidang tanaman perkebunan (kopra, kakao, vanili, cengkeh, pala, kenari), perikanan laut (tuna dan cakalang), industry kelautan dan industri kayu/gerabah. Kawasan andalan di Kabupaten Halmahera Timur berada di Makian, Kayoa, Gane Timur, Gane Barat, Obi, Obi Selatan, Bacan, Bacan Timur dan Bacan Barat.

Ruas jalan strategis nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku Utara yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Halmahera Timur disajikan pada Tabel di bawah ini.

Kabupaten Halmahera Tengah

Kabupaten halmahera tengah terletak di Pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesar di Maluku Utara dengan beberapa pulau/kepulauan di samping Halmahera sebagai induknya. Kabupaten Halmahera Tengah juga memiliki 37 pulau kecil dimana hanya ada dua pulau yang memiliki penduduk yaitu Pulau Gebe dan Pulau Yoi. Kabupaten  Halmahera  Tengah  mempunyai  luas 8.381,48 Km2(daratan  2.276,83 Km2 atau 27% dan luas  lautan sekitar 6.104,65 Kmatau 73%). Secara  Geografis Kabupaten  Halmahera Tengah  berada  diantara 0o15’ Lintang Selatan dan 045’ Lintang  Utara, 12745’ Bujur  Timur sampai 12926’ Bujur Timur dengan batas-batas  sebelah timur berbatasan    dengan Kabupaten  Sorong Provinsi Papua Barat, sebelah  barat berbatasan dengan  Kota  Tidore  Kepulauan, sebelah utara berbatasan dengan  Kabupaten  Halmahera  Timur, dan sebelah selatan berbatasan  dengan Kabupaten  Halmahera Selatan. Wilayah  Kabupaten  Halmahera  Tengah secara administratif terbagi menjadi 8 Kecamatan dan 61Desa.

Ruas jalan nasional dan strategis nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku Utara yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Halmahera Tengah disajikan pada Tabel di bawah ini.

Kota Tidore Kepulauan

Kota Tidore Kepulauan memiliki luas wilayah 1.550,37 KM2. Terbagi menjadi 5 kecamatan dengan Tidore sebagai ibukotanya. Wilayahnya berbatasan dengan Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat di sebelah utara, Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Ternate di sebelah selatan, Laut Maluku di sebelah barat dan Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah di sebelah timur. Kota Tidore Kepulauan adalah wilayah hasil pemekaran dengan Kabupaten Halmahera Tengah sebagai kabupaten induk.

Dalam strategi penataan ruang Kota Tidore Kepulauan salah satunya adalah peningkatan aksesibilitas dan keterkaitan antar pusat kegiatan skala lokal dan regional yang meliputi :

  1. Meningkatkan kapasitas jaringan jalan yang mendorong interaksi kegiatan antar pusat pelayanan kegiatan kota;
  2.   Mengembangkan jalan lingkar dalam(inear ring road) dan jalan lingkar luar(outer ring road);
  3. Meningkatkan pelayanan moda transportasi untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya pusat pelayanan kegiatan kota secara terintegrasi; dan
  4.   Mengembangkan terminal angkutan umum regional dan terminal angkutan umum dalam kota.

 

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tidore Kepulauan Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2013 – 2033, kebijakan penataan ruang wilayah dalam bidang transportasi adalah  peningkatan aksesibilitas dan keterkaitan antar pusat kegiatan skala lokal dan regional serta peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan system sarana prasarana umum skala lokal dan regional.

Kota Ternate

Kota Ternate merupakan Kota Kepulauan yang wilayahnya dikelilingi oleh laut dengan kondisi geografisnya adalah berada pada posisi 00 - 20 Lintang Utara dan 1260 – 1280 Bujur Timur.  Luas daratan Kota Ternate sebesar 250,85 km2, sementara lautannya 5.547,55 km2.  Wilayah ini seluruhnya dikelilingi oleh laut dengan delapan buah pulau dan mempunyai batas sebelah utara, sebelah timur dan sebelah barat dengan Laut Maluku dan sebelah timur dengan Selat Halmahera.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 2 Tahun 2013 tanggal 19 Juli 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013 – 2033, Kota Ternate merupakan kawasan andalan dengan sektor unggulan di bidang perikanan, perkebunan, pariwisata, industry, perikanan laut, pemerintahan, perdagangan, hotel/restoran dan angkutan laut dengan sub sektor unggulan di bidang tanaman perkebunan (kopra, cengkeh, pala, kakako), perikanan budidaya, wisata bahari, wisata budaya, industri gerabah dan industri perikanan laut.

Kabupaten Kepulauan Sula

Kabupaten Kepulauan Sula adalah salah satu Kabupaten di Maluku Utara dengan ibukota Sanana. Kabupaten Kepulauan Sula terletak paling selatan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Jarak dari Kota Sofifi, ibukota provinsi sekitar 291 KM dan dapat ditempuh melalui penerbangan udara dan pelayaran laut. Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Sula sebesar 4.774,25 KM2 dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Laut Maluku, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Banda, sebelah barat berbatasan dengan Pulau Sulawesi dan sebelah timur berbatasan dengan Laut Seram.

Seperti umumnya wilayah Kepulauan Maluku, Sula pun merupakan daerah agraris, khususnya perkebunan. Dari tanah Sula dihasilkan kelapa, cengkeh, pala dan kakao selain produk tanaman pangan seperti padi ladang, ubi kayu dan ubi jalar yang produksinya tergolong besar. Kecamatan Sanana dan Taliabu Timur adalah penghasil utama kelapa yang produk akhirnya berupa kopra. Sementara untuk komoditas perkebunan lain seperti cengkeh, pala dan kakao banyak ditanam di Kecamatan Sanana dan Taliabu Barat.

Selain hasil bumi dari daratan, Sula masih menyimpan potensi lain, baik dari laut maupun yang masih terpendam di dalam bumi. Seperti wilayah lain yang termasuk Kepulauan Maluku, Sula juga dicirikan dengan potensi hasil lautnya. Mata pencaharian penduduk yang utama selain berkebun memang mencari ikan. Dengan luas lautan mencapai kurang lebih 14.500 km² atau 60% dari total wilayahnya dan secara geografis mengelilingi wilayah-wilayah daratannya, bisa dikatakan kabupaten ini menyimpan potensi perikanan yang cukup besar. 

Potensi sumber daya alam Kabupaten Kepulauan Sula meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, pertambangan, industri dan pariwisata. Potensi unggulan pada saat ini bertumpu pada sektor kehutanan dan perikanan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Utara Nomor 2 Tahun 2013 tanggal 19 Juli 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Utara Tahun 2013 – 2033, Kabupaten Kepulauan Sula merupakan kawasan andalan dengan sektor unggulan di bidang perikanan laut, pertambangan, perkebunan, kehutanan, industri dan pariwisata dengan sub sektor unggulan di bidang perikanan laut (cakalang, tuna), pasir, kuarsa, koral, perkebunan (kopra, jambu mete, cengkeh, pala) damar, rotan, bamboo, industri kelautan gerabah, dan industri anyam-anyaman. Kawasan andalan pada Kabupaten Kepulauan Sula berada di Mangole Timur, Sulabesi Barat, Taliabu Barat, Taliabu Timur dan Mangole Barat.

Aplikasi PUPR

Kontak Kami


Gedung BPJN XVI
Jl. Ir. M Putuhena, Wailela
Ambon 97234
Maluku - Indonesia

Telepon : +62(0911)382-4176
Fax :+62(0911)382-4176
E-Mail : pelayanan.publik.bpjnxvi@gmail.com

Saran / Pengaduan