Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI

Satker PJN WIL III Maluku

Wilayah kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) khususnya pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III, meliputi pulau – pulau terdepan dan terluar yang berbatasan langsung dengan wilayah negara lain. Dengan kompleksitas wilayah kerja tersebut, menjadikan ruas-ruas jalan nasional dibawah penanganan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III memerlukan perhatian dan penanganan yang relatif harus lebih baik, karena selain sebagai beranda depan dan pintu gerbang internasional juga untuk mendukung stabilitas pertahanan dan keamanan bangsa.

Ruas jalan nasional dan strategis nasional sepanjang 530,87 KM terbentang di 12 (dua belas) pulau yang berada pada 5 (lima) wilayah administratif yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat (P. Larat, P. Selaru, Pulau Yamdena), Kabupaten Maluku Barat Daya (P. Wetar, P. Babar, P. Marsela, P. Moa, P. Leti, P. Kisar, P. Liran), Kabupaten Kepulauan Aru (Pulau Aru), Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Penanganan paket-paket pekerjaan jalan dan jembatan pada wilayah kerja Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Maluku dilaksanakan oleh 3 (tiga) Pelaksana Kegiatan/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang terdiri dari : 

  1. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Yamdena;
  2. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Kei dan Aru;
  3. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Wetar.

Penjelasan masing-masing wilayah kerja adalah sebagai berikut :

Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Kabupaten Maluku Tenggara Barat secara geografis terletak pada 6°- 8° Lintang Selatan dan antara 126°- 132° Bujur Timur, dengan batas wilayah sebelah barat berbatasan dengan Laut Flores, sebelah Timur berbatasan dengan Laut Arafura, sebelah Utara berbatasan dengan Laut Banda, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Timor dan Samudera Pasifik.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang beribukota di Saumlaki memiliki luas 10.451,94 KM2 yang terbagi dalam 1 Kelurahan, 70 Desa dan 9 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Tanimbar Selatan, Kecamatan Selaru, Kecamatan Wertarian, Kecamatan Wermakian, Kecamatan Tanimbar Utara, Kecamatan Yaru, Kecamatan Wuar Labobar, Kecamatan Kormomolin, dan Kecamatan Nirunmas.

Dalam visi pembangunannya, Kabupaten Maluku Tenggara Barat mencantumkan keinginannya untuk mampu berperan aktif dalam pergaulan serta hubungan internasional khususnya diberlakukannya perdagangan bebas dalam bentuk AFTA, APEC dan WTO. Keinginan tersebut bukan tanpa alasan dan dasar yang kuat. Selain potensi daerah yang sangat melimpah, pemerintah daerah ini juga tengah giat melaksanakan program-program unggulan.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang dibentuk berdasarkan Undang – Undang Nomor 46 tahun 1999 ini memang tersusun atas gugusan pulau-pulau nan elok. Daerah ini memiliki wilayah seluas 125.442,4 Kmyang terdiri lautan seluas 110.838,4 Km(88,37%) dan daratan seluas 14.584 Km2 (11,63%). Oleh karena itu filosofi pembangunan di Maluku Tenggara Barat (MTB) diarahkan/ dibangun dari laut ke darat dengan memprioritaskan laut dan bertumpu didarat.

Daftar ruas jalan nasional dan strategis nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Maluku Tenggara Barat disajikan pada Tabel dibawah ini.

KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA

Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan salah satu Daerah Tingkat II yang dibentuk oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Maluku Barat Daya di Provinsi Maluku. Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Secara administratif, Kabupaten Maluku Barat Daya terbagi atas 8 (delapan) kecamatan, meliputi PP. Terselatan, Wetar, Damer, Leti, Moa lakor, Babar Timur, PP. Babar, dan Midona Hiera.

Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan daerah kepulauan yang terdiri atas kawasan pulau-pulau (merupakan wilayah darat) dan kawasan laut. Kawasan pulau-pulau yang merupakan wilayah darat di lingkup wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya terdiri dari pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil.

Kabupaten  Maluku Barat Daya terletak pada 125°61’26’’ Bujur Timur dan 60°00’00’’-00°00’00’’ Lintang Selatan, dengan batas-batas administratif sebelah utara berbatasan dengan Laut Banda, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Timor dan Selat Wetar, sebelah timur berbatasan dengan Tanimbar dan sebelah barat berbatasan dengan Kepulauan Alor.

Luas keseluruhan wilayah kepulauan Kabupaten Maluku Barat adalah ± 72.427,2 km2, terdiri dari luas wilayah laut ± 66.575,50 km2 dan luas wilayah darat ± 5.851,8 km2 yang terkonsentrasi pada 3 (tiga) gugus pulau, yaitu Gugus I (Kepulauan Terselatan), Gugus II (Kepulauan Lemola), Gugus III (Kepulauan Babar), dengan jumlah pulau secara keseluruhan berjumlah 48 pulau. Terdapat 6 pulau yang berada pada perairan yang berbatasan langsung dengan negara lain., Dilihat dari letak dan kedudukannya sebagai beranda depan NKRI, pengembangan Kabupaten Maluku Barat merupakan suatu tuntutan mengingat posisinya yang secara langsung berbatasan dengan beberapa negara tetangga.

Kawasan strategis kabupaten adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan. Kawasan ini perlu diprioritaskan pengembangan atau penanganannya serta memerlukan dukungan penataan ruang segera dalam kurun waktu rencana

Kawasan strategis ini diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara. Terdapat beberapa kawasan yang ditentukan sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan, meliputi:

 

  1. Kawasan Strategis 6 Pulau-Pulau Kecil Terluar Perairan Maluku Barat Daya Terdapat 6 pulau-kecil terluar yang berada pada perairan yang berbatasan langsung dengan negara lain, meliputi P. Wetar, P. Liran, Pulau Mansela, P. Miatimiarang, P. Leti, dan P. Kisar. Pulau-pulau kecil tersebut menjadi kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dankeamanan. Maka, pengembangan kawasan ini diarahkan untuk tujuan pertahanan keamanan.

 

  1. Kawasan Strategis Ilwaki (berada di P. Wetar) Kawasan strategis Ilwaki merupakan kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan. Kawasan strategis ini diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara. Disamping itu, mengacu di struktur ruang nasional, Ilwaki menjadi Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) untuk kepentingan pertahanan dan keamanan.

 

Daftar ruas jalan nasional dan strategis nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Maluku Barat Daya diuraikan pada Tabel berikut.

KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Kabupaten Maluku Tenggara secara astronomis terletak antara : 05º - 06.5º Lintang Selatan dan 131º - 133,5º Bujur Timur. Secara geografis Kabupaten Maluku Tenggara berbatasan dengan Laut Arafura di sebelah selatan, Provinsi Papua dan Wilayah Kota Tual di sebelah utara, Kepualauan Aru disebelah timur dan Laut Banda serta Kepulauan Tanimbar Utara di sebelah barat.

Luas Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara ± 7.856,70 Km², dengan luas daratan ±4.676,00 Km² dan luas perairannya ±3.180,70 Km². Kabupaten Maluku Tenggara hanya terdiri atas 1 Gugusan Kepulauan yaitu: Gugusan Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil dengan luas seluruhnya 722,62 Km² dan Pulau Kei Besar dengan luas 550,05 Km², dengan jumlah pulau tersebut sebanyak 25 buah pulau.

Daftar Ruas Jalan Nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Maluku Tenggara digambarkan pada Tabel berikut.

KOTA TUAL

Kota Tual merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara sebelum Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2007, Nomor 31 disahkan. Luas Wilayah Kota Tual 19.088,29 Km² terdiri dari luas daratan 352,66 Km² (1,33 %) dan luas lautan 18.736 Km² (98,67%). Kota Tual Kepulauan (city of small islands)merupakan gugusan pulau -pulau kecil yang terdiri dari 66 pulau, 13 pulau diantaranya berpenghuni, memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah. Secara astronomis Kota Tual terletak pada koordinat : 131° – 133° Bujur Timur dan 5° – 6° Lintang Selatan. Kota Tual berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Papua dan Laut Banda di sebelah utara, disebelah selatan berbatasan dengan Laut Banda, Laut Arafura dan Kabupaten Maluku Tenggara, disebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tenggara dan Laut Banda disebelah timur.

 Umumnya kondisi topografi Kota Tual beragam dari daratan yang datar hingga relatif berbukit dengan kemiringan berkisar antara 0-8% dan 8-15% di mana pemukiman/desa umumnya berada pada wilayah dengan ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut. Morfologi daratan pada kepulauan ini tergolong landai terutama pada daerah Pulau Ut, Tayando dan Dullah, Sedangkan karakter daratan yang cukup berbukit dapat ditemui pada kecamatan Pulau-pulau Kur.

Kota Tual dibagi atas 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Pulau Kur yang meliputi 19 desa; Kecamatan Tayando Tam yang meliputi 6 desa; Kecamatan Dullah Utara yang meliputi 11 desa; dan Kecamatan Dullah Selatan yang meliputi 8 desa.

Kota Tual merupakan daerah kepulauan, keadaan ini menuntut adanya sarana transportasi laut yang memadai. Kota Tual memiliki 12 (dua belas) sarana perhubungan laut dan pendukungnya. Jalan sebagai prasarana penunjang kegiatan perekonomian paling penting adalah salah satu faktor yang juga memegang peranan penting untuk mendukung lancarnya distribusi dan kegiatan-kegiatan terkait lainnya di wilayah kota Tual.

Daftar Ruas Jalan Nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kota Tual digambarkan pada Tabel berikut.

KABUPATEN KEPULAUAN ARU

Kabupaten Kepualuan Aru, merupakan kabupaten baru yang terbentuk sebagai hasil pemekaran Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2003. Kabupaten Kepulauan Aru terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan dengan 119 desa.

Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Aru 54.395 Km2, terdiri dari luas daratan 6.325 km2, (13%) dan luas lautan 48.070 km2 (87%) memiliki 187 (seratus delapan puluh tujuh) pulau, terdiri dari 89 (delapan puluh sembilan) dan pulau berpenghuni dan 98 (sembilan puluh delapan) pulau yang tidak berpenghuni.

Merupakan "wilayah laut pulau" yang terletak antara 05o - 09o Lintang Selatan dan 134o - 167o Bujur Timur, serta berbatasan langsung dengan Papua Barat di bagian utara dan bagian timur, Laut Arafura dan Laut Australia di bagian selatan, Pulau Kei Besar di bagian timur dan Laut Arafura di bagian barat.

Kondisi astronomi tersebut menampakan karakteristik Kabupaten Kepulauan Aru sebagai "Beranda Depan Negara" karena berada pada perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak terlepas dari karakteristik sebagai"Kawasan Tertinggal" dan "Kawasan Kritis" sehingga membutuhkan penanganan pembangunan yang dilakukan secara komprehensif dan integral melalui pendekatan pertahanan dan keamanan (Security Approach) yang dilakukan bersamaan dengan pendekatan kesejahteraan (Prosperity) serta dengan memperhatikan faktor kontur, konten, konteks, komplek dan konduk wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

Aplikasi PUPR

Kontak Kami


Gedung BPJN XVI
Jl. Ir. M Putuhena, Wailela
Ambon 97234
Maluku - Indonesia

Telepon : +62(0911)382-4176
Fax :+62(0911)382-4176
E-Mail : pelayanan.publik.bpjnxvi@gmail.com

Saran / Pengaduan