Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI

Satker PJN WIL II Maluku

Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Maluku merupakan bagian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) yang memiliki Wilayah Kerja meliputi Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Seram Bagian Timur dengan ruas jalan nasional sepanjang 914,37 KM.

Pemerintah melalui UU No 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan PP No 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional telah menetapkan KAPET sebagai   Kawasan Strategis Nasional dari sudut Kepentingan Ekonomi. Dikatakan Strategis karena Kawasan ini diberikan prioritas untuk dikembangkan atau Kawasan yang memiliki sektor yang cukup potensial dalam menunjang pembangunan juga secara nasional terhadap kedaulatan Negara, pertahanan dan keamanan Negara, ekonomi, sosial budaya dan/atau     lingkungan termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Pada akhir tahun 2010 KAPET Seram telah mempunyai Rencana Tata Ruang(RTR), dari struktur ruang dan pola ruang.

Penanganan paket-paket pekerjaan jalan dan jembatan pada wilayah kerja Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Maluku dilaksanakan oleh 5 (lima) Pelaksana Kegiatan/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang terdiri dari :

  1. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Seram 1;
  2. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Seram 2;
  3. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Seram 3;
  4. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Seram 4;
  5. PPK Pelaksanaan Jalan Pulau Seram 5;

Penjelasan masing-masing wilayah kerja adalah sebagai berikut :

KABUPATEN MALUKU TENGAH

Kabupaten Maluku Tengah memiliki luas sebesar 275.907 km², terdiri dari wilayah lautan seluas 264.311,43 km2 atau 95,80% dan daratan seluas 11.595,57 km2 atau 4,20%, dengan panjang garis pantai 1.256.230 km. Kabupaten Maluku Tengah setelah pemekaran terletak diantara 2o30’ – 7o30’ LS dan 250o – 132o30’ BT dan berbatasan dengan Laut Seram di sebelah utara, Laut Banda di sebelah selatan, Kabupaten Seram Bagian Barat  di sebelah barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur di sebelah timur.

Terdapat 17 kecamatan, 172 Negeri,  6 kelurahan dan sebagian besar wilayah daratan Kabupaten Maluku Tengah atau sekitar 92,11% berada di pulau Seram dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Sedangkan wilayah daratan Kabupaten Maluku Tengah yang tersebar di Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Nusalaut dan Saparua, serta Kepulauan Banda hanya seluas 7,98%.

Berdasarkan konsep pengembangan wilayah, konsep struktur ruang di Kabupaten Maluku Tengah adalah dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan wilayah. Dalam hal ini dilakukan melalui peningkatan keterkaitan internal dan keterkaitan eksternal di wilayah Kabupaten Maluku Tengah melalui pengembangan dan pemerataan infrastruktur (utamanya prasarana dan sarana transportasi, dan perdagangan) yang dapat mendukung kegiatan ekonomi.

Pemantapan aksesibilitas dilakukan untuk mendukung keterkaitan internal dan keterkaitan eksternal. Keterkaitan internal meliputi hubungan antar kawasan perkotaan dan perdesaan pada masing-masing kecamatan, antar kecamatan dengan kecamatan lainnya, dan antar kecamatan dengan ibukota kabupaten Maluku Tengah (Masohi). Sedang keterkaitan eksternal dilakukan untuk menghubungkan Antara Kabupaten Maluku Tengah dengan kabupaten lainnya di Provinsi Maluku.

Daftar Ruas Jalan Nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah disajikan pada Tabel dibawah ini.

  

 

KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

Kabupaten Seram Bagian Barat, merupakan salah satu daerah pemekaran di wilayah Provinsi Maluku berdasarkan Undang-Undang Nomor. 40 Tahun 2003. Dengan Luas wilayah 53.148 Km² yang terdiri dari luas daratan : 4.090 Km² (71,69%) dan luas Lautan 49.058 Km² (92,31%). Kabupaten Seram Barat merupakan salah satu kabupaten yang paling terdekat dengan ibu kota Provinsi Maluku, yakni berjarak + 100 km. 
Secara adminstratif daerah ini terdiri dari 4 Kecamatan dan 89 Desa serta 126 Dusun yang tersebar dalam 4 Kecamatan. Sebagai daerah pemekaran yang baru, Kabupaten Seram Bagian Barat kini sedang mengupayakan pembangun infrastruktur, termasuk didalamnya infrastruktur jalan dan jembatan.

Daftar Ruas Jalan Nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Seram Bagian Barat disajikan pada Tabel dibawah ini.

KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR

Kabupaten Seram Bagian Timur beribukota di Bula ini memiliki luas wilayah secara keseluruhan 3.952,08 Km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Laut seram di sebelah utara dan timur, Laut Banda di sebelah selatan dan Kabupaten Maluku Tengah di sebelah barat. Kabupaten ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena terdapat minyak, perkebunan, transmigrasi, dan kekayaan alam flora fauna yang bisa menjadi andalan daerah ini.

Pada sektor perkebunan, komoditi andalan yang dihasilkan meliputi kopi, kakao, pala, cengkeh, dan kelapa merupakan komoditas penting. Untuk kegiatan pertanian sendiri bahan tanaman pangan masih menjadi andalan yang dihasilkan di daerah ini, kegiatan cocok tanam padi tidak lepas dari lokasi transmigrasi yang sebagian berpusat di Bula seperti Banggoi, Air Mata Kasu, dan Tanjung Silat. Daerah ini terpilah atas dua gugusan pulau yaitu Pulau Seram Bagian Timur dan Pulau Kesui, dengan kondisi kepulauan dan jalan yang masih minim jumlah dan kualitasnya, berbagai kegiatan masih amat bergantung pada angkutan laut yang berpusat di Ambon (ibukota Provinsi Maluku).

Daftar Ruas Jalan Nasional yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Maluku yang berada pada wilayah administratif Kabupaten Seram Bagian Timur disajikan pada Tabel dibawah ini.

Aplikasi PUPR

Kontak Kami


Gedung BPJN XVI
Jl. Ir. M Putuhena, Wailela
Ambon 97234
Maluku - Indonesia

Telepon : +62(0911)382-4176
Fax :+62(0911)382-4176
E-Mail : pelayanan.publik.bpjnxvi@gmail.com

Saran / Pengaduan